Rabu, 21 September 2011

BENTANG LEBAR

 Definisi Struktur Bentang Lebar      
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar biasanya digolongkan secar umum menjadi 2 yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.
Guna dan fungsi bangunan bentang lebar               
Berdasarkan gambar-gambar di atas, bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.

Tingkat kerumitan, masalah dan teknik pemecahan masalah dlm bangunan bentang lebar, dan struktur yang digunakan pada bangunan bentang lebar   
Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan lainnya. Kerumitan yang timbul dipenaruhi oleh gaya yang terjadi pada struktur tersebut dan beberapa hal lain yang akan di bahas di masing-masing bab. Secara umum, gaya dan macam struktur bentang lebar dapat dilihat pada gambar di bawah ini: (Frick, 1998)
1)      Dalam Schodek, 1998, struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa sistem struktur yaitu:          
a. Struktur Rangka Batang dan rangka Ruang      
b. Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung           
c. Struktur Plan dan Grid      
d. Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent(tenda) dan net (jaring)
e. Struktur Cangkang              

2)      Sedangkan Sutrisno, 1989, membagi ke dalam 2 bagian yaitu:       
a. Struktur ruang, yang terdiri atas:              
- Konstruksi bangunan petak ( Struktur rangka batang)               
- Struktur Rangka Ruang      
b. Struktur permukaan bidang, terdiri atas:
- Struktur Lipatan      
- Struktur Cangkang 
- Membran dan Struktur Membran
- Struktur Pneumatik               
c. Struktur Kabel dan jaringan


1.        STRUKTUR CANGKANG
Cangkang adalah bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai permukaan lengkung. Permukaan cangkang dapat mempunyai bentuk sembarang. Bentuk yang umum adalah permukaan yang berasal dari kurva yang diputar terhadap satu sumbu (misalnya, permukaan bola, elips, kerucut, parabola).  Bentuk cangkang tidak selalu harus memenuhi persamaan matematis sederhana. Segala bentuk cangkang mungkin saja digunakan untuk suatu struktur. Bagaimapun, tinjauan konstruksional mungkin akan membatasi hal ini.
Beban-beban yang bekerja pada permukaan cangkang diteruskan ketanah dengan menimbulkan tegangan geser, tarik dan tekan pada  arah dalam bbidang(in-plane) permukaan tersebut. Tipisnya permukaan cangkang menyebabkan tidak adnya tahanan momen yang berarti , struktur cangkang tipis cocoknya digunakan untuk memikul beban terbagi merata pada atap gedung. Struktur ini tidak cocok untuk memikul beban terpusat.

 Struktur kubah Masjid yang ada di sekitar kita  adalah contoh yang paling umum dari salah satu jenis struktur cangkang. Banyak bangunan mempergunakan struktur cangkang, seperti struktur bangunan Keong Mas, struktur atap gedung DPR-MPR RI dan lain-lainnya. Apasih sebenarnya struktur cangkang itu? Dan apakah kelebihannya?
Yang dimaksud dengan Struktur Cangkang adalah bentuk structural tiga dimensional yang kaku dan tipis yang mempunyai permukaan lengkung. Permukaan cangkang dapat mempunyai sembarang bentuk. Bentuk yang paling umum adalah permukaan yang berasal dari kurva yang diputar terhadap satu sumbu (misalnya, permukaan bola, elips, kerucut, dan parabola).
Cerita masalah kelebihan daripada struktur cangkang, saya kira yang paling sederhana dan setiap harinya berhadapan dengan kita apabila ingin isi perut atau makan adalah “tudung saji”. Coba perhatikan struktur tudung nasi, dengan ketebalan hanya beberapa milimeter ternyata cukup kuat untuk memikul beban dengan bentang beberapa puluh sentimeter. Walaupun material struktur itu hanya terbuat dari rotan ataupun fiber glass, bukan terbuat dari beton atau baja. kalau material itu berbentuk struktur cangkang akan mempunyai kekuatan yang luar biasa, bisa mempunyai kekutan sampai berpuluh-puluh kali lipat dibandingkan dengan struktur berbentuk datar atau rata saja.
Tudung saji dengan ketebalan tidak sampai 3 milimeter bisa memikul beban sampai dengan bentang 90 centimeter atau 900 milimeter,  jadi bisa berbentang 300 kali ketebalannya. Jadi apabila kita hendak membuat kubah dari material beton bertulang dengan ketebalan 10 centimeter saja, seharusnya kita sudah bisa membuat struktur kubah itu dengan diameter 3.000 centimeter alias 30 meter. Bandingkan apabila pelat beton dengan ketebalan yang sama    itu hanya bisa memikul beban untuk bentang 4 sampai 5 meter saja, cukup signifikan bukan?
Struktur cangkang ini akan sangat kuat untuk memikul beban terbagi rata, telur juga merupakan suatu struktur cangkang, misalnya, apabila saudara mengenggam telur ayam dengan kedua telapak tangan, coba tekan dengan sekuat tenaga, telur yang kulitnya begitu tipis itu tidak akan pecah. Tetapi struktur cangkang tidak kuat menahan beban terpusat, misalnya, saudara bisa saja mebenturkan benda padat ke salah satu titik sisi telur, maka dengan begitu mudah telur itu akan pecah.
Cerita masalah perilaku struktur. Schodek(1991) dalam bukunya banyak membahas tentang perilaku teknis struktur cangkang, mulai dari Beban-beban dan gaya-gaya kerja sampai dengan asal muasal struktur cangkang. Adapun beban-beban yang bekerja pada permukaan cangkang diteruskan ke tanah dengan menimbulkan tegangan geser, tarik, dan tekan pada arah dalam-bidang (in-plane) permukaan tersebut. Tipisnya  permukaan cangkang menyebabkan tidak adanya tahanan momen yang cukup berarti. Struktur cangkang tipis khususnya cocok digunakan untk memikul beban terbagi rata pada atap gedung. Struktur ini tidak cocok untuk memikul beban terpusat.
Sebagai akibat cara elemen struktur ini memikul beban dalam-bidang (terutama dengan cara tarik dantekan), struktur cangkang dapat dibuat sangat tipis dan mempunyai bentang relatif besar. Perbandingan bentang-tebal sebesar 400 atau 500 dapat saja digunakan, misalnya tebal 3 in (8 cm) mungkin saja digunakan untuk kubah yang berbentang 100 sampai 125 ft (30 sampai 38 meter). Cangkang demikian tipis ini menggunakan material yang relatif baru dikembangkan, misalnya beton bertulang yang didesain khusus untuk membuat permukaan cangkang.
Bentuk-bentuk tiga dimensional juga dapat dibuat dari batang-batang kaku dan pendek. Struktur demikian baru ini pertama kali digunakan pada abab XIX.Kubah Schwedler, yang terdiri atas jarring-jaring batang bersendi tak teratur, misalnya, diperkenakan pertama kali oleh Schwedler di Berlin pada tahun 1863, pada saat ia mendesain kubah dengan bentang 132 ft (48 m). Struktur baru lainnya adalah  menggunakan batang-bantang yang diletakkan pada kurva yang dibentuk oleh garis membujur dan melintang dari suatu permukaan putar. Banyak kubah besar di dunia yang menggunakan cara demikian.
Untuk menghindari kesulitan konstruksi yang ditimbulkan dari penggunaan batang-batang yang berbeda dalam membentuk permukaan cangkang, kita dapat menggunakan cara-cara lain yang menggunakan batang-batang yang panjangnya sama. Salah satu di antaranya adalah kubah geodesik yang diperkenalkan oleh Buckminster Fuller. Karena permukaan bola tidak dapat dibuat, maka banyaknya pola berulang identik yang akan dipakai untuk membuat bagian dari permukaan bola itu terbatas. Icosohedron bola, misalnya, terdiri atas 20 segitiga yang dibentuk dengan menghubungkan lingkaran-lingkaran besar yang mengelilingi bola.
Bentuk-bentuk lain yang bukan merupakan permukaan putaran juga dapat dibuat dengan menggunakan elemen-elemen batang. Beberapa diantaranya adalah atap barrel ber rib dan atap lamella yang terbuat dari grid miring seperti pelengkung yang membentuk elemen-elemen diskret. Bentuk yang disebut terakhir ini dari meterial kayu sangat banyak dijumpai, tetapi baja maupun beton bertulang juga dapat digunakan. Dengan demikian sistem lamella, kita akan dapat mempunyai bentang yang saangat besar.
http://1.bp.blogspot.com/-fkCSQUvoR2c/TVY04WMb1UI/AAAAAAAACEc/X3GVej072YI/s320/P1100235k.jpg
                 
Tegangan- tegangan membrane yang terjadi sedemikian kecil sehingga dalam kasus
Sydney Opera House, ketebalan kulit kerang ditentukan oleh gangguan- gangguan lentur
perbatasan, meskipun demikian tegangan- Momen tahanan internal = momen
eksternal Resultan gaya melingkar tekan Gambar 14. Regangan dan tegangan
yang terjadi pada tumpuan atap
Penebalan pada kaki tegangan yang ada harus tetap dievaluasi dalam usaha untuk:
1. Tegangan- tegangan  tarik yang mungkin terjadi dan menyediakan tulangan tarik yang cukup kuat disepanjang lengkungan atap
2. Tegangan tekan tertinggi terjadi pada puncak atap yang diselesaikan dengan membuat perkuatan. Sedangkan untuk tekanan tekuk terjadi pada sudut pertemuan atap

2.      SPACE FRAME
Dari sekian banyak sistem struktur, Rangka Ruang (space frame) merupakan salah satu sistem yang sering diterapkan pada bangunan pencakar langit. Space frame terdiri dari susunan tiga dimensi dari batang-batang lurus. Batang-batang space frame bisa kaku atau dihubungkan dengan sendi, atau dapat pula berupa gabungan antara keduanya. Dalam suatu sistem sambungan sendi, beban yang terjadi kesambungan dari berbagai arah akan dilawan secara aksial. Lentur dihasilkan oleh efek scunder. Space frame adalah struktur paling kaku yang menggunakan bahan paling sedikit karena batang-batang bereaksi langsung terhadap beban.
            Space frame terutama digunakan sebagai sistem bentang panjang untuk rangka atap di mana diperlukan ruang bebas antar kolom yang besar (gelanggang renang, pabrik, bangsal pertemuan, dll). Space frame juga sering digunakan untuk menara transmisi listrik dan kubah geodesi dengan perakitan ganda. Space frame dapat berfungsi pada bangunan tinggi, ia bisa menggantikan batang/komponen standar konevensional seperti dinding, balok dan lantai.
            Vehicle Assembly Building di Cape Kennedy, Florida, yang dirancang oleh Arsitek Max O. Urban (Wolgang Schueller: Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi), menggunakan jenis konstruksi space frame untuk pertama sekalinya pada bangunan ini. Bangunan Vechile Assembly Building ini merupakan terbesar di dunia dalam volume yang dilingkup olehnya: tinggi setara dengan pencakar langit 50 lantai, dan demikian besar sehingga kadang-kadang awan mengembun di dalamnya dan hujan turun. Bangunan ini terdiri dari tiga menara yang merupakan kantilever vertikal yang melawan gaya-gaya lateral. Susunan dalam denah (tampak atasnya) seperti huruf “E” yang saling membelakangi.
            Dengan cara yang sama, Afred T. Swenson merencanakan kantor-apartemen 150 lantai. Rangka ruang eksternal ini memikul 100 persen dari beban gravitasi dan 65 persen dari baja struktur pada keliling bangunan, suatu langkah yang amat perlu untuk mengimbangi persoalan guling oleh angin terhadap struktur yang demikian tinggi. Pipa-pipa di bagian dasar bangunan berdiameter 4 (empat) inci dengan ketebalan dinding pipa 1,5 inci. Yang sangat menarik di sini, ialah pada bagian pipa yang kosong diisi air yang mengalir mengikuti prinsip gravitasi ketika terjadi kebakaran sehingga mengendalikan suhu di dalam struktur space frame.
bentang sederhana
http://www.triodetic.com/Photos/Web%20Site%20Photos/future_shop.jpg


3.      STRUKTUR KABEL

·         Definisi
Struktur kabel adalah struktur yang mengalami gaya tarik akibat pembebanan baik dari dalam maupun dari luar
·         Prinsip
Menarik beban (mengalami gaya tarik)
Pokok – pokok permasalahan
·         Kelemahan :
- Hanya mengalami gaya tarik, tidak mampu menahan gaya tekan.
- Mudah mengalami deformasi (perubahan bentuk)
Solusi: Untuk deformasi semi permanen (melendut) dengan menguatkan gaya tarik pada kedua ujung kabel. Untuk deformasi permanen (putus) dengan penarikan jung kabel dengan kekuatan tarik yang seimbang untuk menghindari perbedaan beban tarik yang besar.
·         Kelebihan :
- Low cost
- Efisiensi waktu
- Bahan lebih ringan
Klasifikasi/ jenis struktur
Berdasarkan desain
- Sistem kabel sederhana : mempunyai bentang sangat besar
- Struktur kabel ganda : terdiri atas dua pasang kabel struktur dan elemen tekan / tarik yang berperan bersama dalam memikul gaya eksternal.
- Cable stayed stucture : mempunyai sederetan kabel linier dan memikul elemen horizontal kaku.
Ada 3 jenis : 
- Struktur berkelengkungan tunggal
- Struktur berkelengkungan ganda
- Struktur kabel ganda
Berdasarkan bahan:
- Kabel baja ringan
- Kabel berkekuatan tinggi (baja karbon)
- Kabel baja stainless
- Polyester/ serabut aramid

Sistem Kabel

Struktur kabel yang mengalami beban eksternal akan mengalami deformasi yang bergantung pada besar dan lokasi beban eksternal. Bentuk yang didapat khusus untuk beban itu adalah bentuk funicular (sebutan bahasa Latin yang berarti 'tali'). Hanya gaya tarik yang timbul pada kabel. Dengan membalik bentuk struktur yang diperoleh tersebut, kita akan mendapatkan struktur baru yang benar-benar analog dengan struktur kabel, hanya sekarang yang dialami adalah gaya tekan.
Secara teoritis, bentuk yang terakhir ini dapat diperoleh dengan menumpuk elemen-elemen yang dihubungkan secara tidak kaku (rantai tekan) dan struktur yang diperoleh akan stabil. Akan tetapi sedikit variasi pada beban akan berarti bahwa strukturnya tidak lagi merupakan bentuk funicular, sehingga akan timbul momen lentur dan gaya geser akibat beban yang baru tersebut.

Beberapa prinsip sistem kabel dan penyaluran beban dapat ditunjukkan pada gambar-gambar di bawah ini:
http://3.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oE-ePtgPI/AAAAAAAAADc/p3BBdTUlUsM/s320/kabel1.jpg
Gambar 1. Aksi dan reaksi pada sistem kabel

http://3.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oFn0KrUfI/AAAAAAAAADk/Qo0djE66Pj8/s320/kabel2.jpg
Gambar 2. Penyaluran beban pada sistem kabel

http://2.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oGfTmE6ZI/AAAAAAAAADs/G2sGx-ykY2o/s320/kabel3.jpg
Gambar 3. Variasi pembebanan pada sistem struktur kabel

Hal terpenting dan mendasar dalam mempelajari sistem kabel adalah pengetahuan tentang kurva atau kumpulan segmen elemen-garis-lurus yang membentuk funicular untuk pembebanan yang diberikan. Secara alami, bentuk funicular akan diperoleh apabilakabel yang bebas berubah bentuk ketika dibebani. Kabel yang berpenampang melintang konstan dan hanya memikul berat sendirinya akan mempunyai bentuk catenary (Gambar 2). Kabel yang memikul beban vertikal yang terdistribusi secara horizontal di sepanjang kabel, seperti beban utama pada jembatan gantung yang memikul dek horizontal, akan mempunyai bentuk parabola. Kabel yang memikul beban terpusat (dengan mengabaikan berat sendirinya), akan mempunyai bentuk segmen-segmen garis lurus(Gambar 2). Kombinasi berbagai beban akan memberikan bentuk kombinasi dimana beban terbesar akan memberikan bentuk yang dominan.

http://1.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oHoe9PCKI/AAAAAAAAAD0/fDUvkPnCX1U/s320/STRUKTUR.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oH6iwkl_I/AAAAAAAAAD8/LgrDJmwjk3I/s320/struktur2.jpg
Gambar 4. Contoh bangunan dengan pemakaian sistem struktur kabel

Kabel adalah elemen struktur fleksibel (Gambar 3). Bentuknya sangat bergantung dari besar dan perilaku beban yang bekerja padanya. Apabila kabel ditarik pada kedua ujungnya saja, maka bentuknya akan lurus. Jenis kabel demikian disebut tie-rod. Jika kabel digunakan pada bentang antara dua titik dan memikul beban titik eksternal, maka bentuk kabel akan berupa segmen-segmen garis (Gambar 1). Jika yang dipikul beban terbagi, maka kabel akan mempunyai bentuk lengkung. Berat sendiri kabel dapat menyebabkan bentuk lengkung tersebut.

Ada hubungan yang cukup erat antara bentuk kabel dengan bentuk pelengkung. Jika bebannya sama, bentuk kabel akiba beban tersebut akan sama dengan bentuk pelengkung yang memikul beban sama tersebut. Bentuk yang satu merupakan inversi bentuk yang lain. Apabila terjadi tarik pada kabel, maka pada pelengkung terjadi tekan.
Kabel dapat digunakan pada bentang yang sangat panjang. Biasanya kabel digunakan pada jembatan yang memikul dek jalan raya beserta lalu lintas di atasnya. Karena beban lalu lintas selalu menyebabkan kabel utama mengalami perubahan bentuk karena berubah-ubahnya posisi beban, maka dek jembatan dibuat kaku sehingga permukaan jalan pada dasarnya tetap datar, dan beban yang diterima oleh kabel pada dasarnya konstan. Kabel juga dapat dipakai untuk memikul permukaan atap pada gedung, khususnya pada situasi bentang besar (Gambar 4).

http://4.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oImIOfcoI/AAAAAAAAAEE/F9uAAZtSsNU/s320/P1010021.JPG

http://1.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oJEJBklMI/AAAAAAAAAEM/T7YQ21z3yWA/s320/P1010022.JPG

http://1.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oJdtlyJtI/AAAAAAAAAEU/h_JDPXCYNwI/s320/IMG_2651.jpg

http://4.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oKcpjBqqI/AAAAAAAAAEc/asti8_8SbaU/s320/kabel5.jpg


4.      STRUKTUR MEMBRAN
·         Definisi
Struktur membran adalah sebuah struktur yang mempunyai permukaan fleksibel tipis yang memikul beban terutama melalui proses tegangan tarik.
·         Prinsip
- Selalu mengalami gaya tarik 
- Memerlukan struktur lain untuk mempertahankan bentuk permukaanya, yaitu:
o Rangka penumpu dalam yang kaku
o Prategang pada permukaan yang memberikan gaya eksternal yang menarik membrane (jika bentuknya lembaran)
o Tekanan internal (apabila bentuknya volume tetutup (pneumatic)

·         Pokok – pokok permasalahan
Kelemahan :
- Sangat peka terhadap efek aerodinamika sehingga mudah mengalami getaran
- Tidak dapat menahan beban vertikal
Kelebihan 
- Struktur ini bisa digunakan untuk membuat bentukan – bentukan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, contoh: seperti permukaan bola
- Struktur ini sifatnya ringan sehingga tidak memberatkan bangunan, contoh: tenda
- Sangat cocok untuk bangunan yang tidak permanen atau semi permanen
- Bisa untuk bentang yang lebar

·         Klasifikasi
Berdasarkan tegangan tarik yang dapat dilakukan dengan system prategang
- Membran berbentuk bidang pelana
- Membran berbentuk bidang kerucut dengan setengah tiang tenda
- Membran yang dikombinasikan secara bebas dengan hasil tenda gergaji atau atap gantungan
Berdasarkan penopangnya
- Kabel, contoh: struktur tenda
- Udara, contoh: struktur pneumatis

Pembahasan sistem struktur tenda biasanya dimasukkan ke dalam kelompok struktur membran, bersama dengan dua jenis struktur yang lain, yaitu pneumatis dan jaring. Membran adalah struktur permukaan yang fleksibel dan tipis yang memikul beban dengan mengalami terutama tegangan tarik. Gelembung sabun adalah contoh klasik yang dapat dipakai untuk mengilustrasikan apakah struktur membran itu dan bagaimana perilakunya. Struktur membran cenderung dapat menyesuaikan diri dengan cara struktur tersebut dibebani. Selain itu, struktur ini sangat peka terhadap efek aerodinamika dari angin. Efek ini dapat menyebabkan terjadinya fluttering (getaran). Dengan demikian, membran yang digunakan pada gedung harus distabilkan dengan cara tertentu hingga bentuknya dapat tetap dipertahankan pada saat memikul berbagai kondisi pembebanan.
Terdapat beberapa cara dasar untuk menstabilkan membran. Rangka penumpu dalam yang kaku, misalnya, dapat digunakan, atau dapat juga penstabilan dengan menggunakan pra-tegang pada permukaan membran. Hal ini dapat dilakukan baik dengan memberikan gaya eksternal yang menarik membran, maupun dengan menggunakan tekanan internal apabila membrannya berbentuk volume tertutup.
Contoh pemberian pra-tegang yang menggunakan gaya eksternal adalah struktur tenda. Akan tetapi ada pula tenda yang tidak mempunyai permukaan yang benar-benar ditarik oleh kabel sehingga dapat bergerak apabila dibebani. Sekalipun dapat memikul beban angin normal, banyak permukaan tenda yang dapat bergetar sebagai akibat efek aerodinamika dari angin kencang. Karena itulah tenda banyak digunakan sebagai struktur sementara, bukan sebagai struktur permanen. Sekalipun demikian, kita dapat memberi pra-tegang pada membran dengan memberikan gaya jacking yang cukup untuk menegangkan membran pada berbagai kondisi pembebanan. Biasanya, membran itu diberi tegangan dalam arah tegak lurus di seluruh permukaannya.

http://4.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oMnYXCdvI/AAAAAAAAAE0/dnxwQhbcbl0/s320/olympiastadion3.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_shKzDmMj320/S3oMmz0Gk3I/AAAAAAAAAEs/46FwcXY0gAQ/s320/olympiastadion2.jpg
Gambar 1. Struktur tenda pada Olympia Stadium di Muenchen, Jerman
http://3.bp.blogspot.com/_aL3RkG9dOrw/SnLcvnVMn9I/AAAAAAAAAPw/b1LlYT5JoPo/s400/t1-16p-1.jpg

5.      Struktur pneumatik
adalah suatu sistem struktur yang memperoleh kestabilannya dari tekanan internal yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan eksternal. Media yang digunakan dapat bermacam-macam, diantaranya zat cair, busa atau butiran. Namun yang paling banyak digunakan adalah media gas atau udara. Prinsip ini berlaku seperti pada balon udara, dimana tekanan udara internal di dalam balon lebih tinggi dibandingkan tekanan udara di luarnya. Keberhasilan penerapan pada sarana transportasi mendorong orang untuk menerapkannya pula pada bangunan arsitektural. Pelopornya adalah seorang engineer Inggris Sir William Lanchester dengan desain field hospitalnya pada tahun 1917. Karakter dari struktur pneumatik adalah murah dalam investasi awal, cepat pembangunannya dan ringan bobotnya karena material utamanya adalah lembaran kain dengan tebal tidak lebih data 0,5 mm.
Penerapan struktur pneumatik di Indonesia, khususnya untuk bangunan arsitektural hingga saat ini belum banyak dilakukan. Kendala yang dihadapi adalah jenis struktur ini masih kurang populer yang diikuti dengan kurangnya nara sumber serta belum adanya peraturan-peraturan yang khusus mengatur pembangunan menggunakan struktur pneumatik.
Padahal dari banyak sisi, Indonesia sebenarnya merupakan lahan yang subur bagi pengembangan struktur pneumatik. Rehm tropis di Indonesia rnemungkinkan bangunan terbebas dari beban salju yang merupakan musuh utama struktur pneumatik. Selain itu di Indonesia banyak event yang pengadaannya berkesesuaian dengan karakter struktur pneumatik. Pengadaan material utama bangunan berupa kain 1)cl-lapis PVC juga sudah bukan merupakan barang baru di industri pertekstilan Indonesia.
Tujuan utama dari tesis ini adalah memperkenalkan struktur pneumatik sebagai salah satu altematif struktur non konvensional yang dapat digunakan di Indonesia untuk mengatasi rnasalah-masalah yang berkaitan dengan kecepatan membangun, kemudahan dalam transportasi dan harga yang bersaing, khususnya dal= kazanah struktur bentang lebar.
Untuk itu dipilih dua kasus uji yang mewakili jenis-jenis utama struktur pneumatik yaitu struktur pneumatik lapisan ganda yang didukung udara serta struktur pneumatik tabung yang digelembungkan udara. Sistem pertama memiliki keunggulan dalam lebar bentangan sementara sistem kedua memiliki keunggulan pada fleksibilitas ruang dan bukaan. 
Pembahasan mengenai detail eara pembuatan, penyimpanan, transportasi, proses ereksi serta pembongkaran di lokasi juga disertakan, dengan harapan dapat lebih memberikan gambaran bagaimana bangunan pneumatik dapat diproduksi di Indonesia.

http://www.flontex.ch/ea/pneumatic/img/ah-radom1.jpg

6.      STRUKTUR LIPAT
Strukture bidang lipat merupakan bentuk struktur yang memiliki kekuatan satu arah yangdiperbesar dengan menghilangkan permukaan pelanar sama sekali dan membuat deformasi besarpada plat sehingga tinggi struktural pelat semakin besar.Karakteristik suatu struktur bidang lipat adalah masing-masing elemen plat berukuran relatif rata (merupakan sederetan elemen tipis yang saling dihubungkan sepajang tepinya )Struktur bidang lipat akan mengusahakan sebanyak mungkin material terletak jauh daribidang tengah struktur. Elemen pelat lipat ini mempunyai kapasitas pikul beban besar hanya jikatekuk lateral daerah yang tertekan dapat dicegah sehingga daerah tekan pada setiap pelat akanselalu dapat dikekang pelat sebelahnya.Bentuk bidang pelat mempunyai kekuatan yang lebih besar dari bidang pelat datarkarenamomen energinya lebih besar.
Gaya-gaya yang bekerja pada bidang lipat
Sistem struktur bidang lipat pada umumnya berfungsi sebagai atap. Gaya-gaya yang timbulpada sistem struktur ini :
-          Gaya/beban mati dan strukturnya sendiri
-          Gaya/beban hidup lebih banyak di akibatkan beban air hujan dan angin
-          Gaya/beban lain 
http://htmlimg3.scribdassets.com/6ifjtow534xpn5i/images/1-e211f6ee9f.jpg

3 komentar:

  1. Mba terimakasih sekali untuk tulisanya :') | lagi mepet deadline dan nemu tulisan tntang bentang lebar yang ringan untuk dimengerti.
    Terimaksih banyak sekali mba, semoga ilmunya bisa lebih bermanfaat. Aamiin.

    BalasHapus
  2. Kembali kasih :) semoga bermanfaat.. amin.

    BalasHapus