Selasa, 14 Januari 2014

Sekilas tentang TOD, MIX USE & WALKABLE




TOD, mix use dan Walkability merupakan suatu konsep yang saling  berkaitan dan saling mendukung satu sama lainnya dalam proses penigkatan kualitas hidup masyarakat. Konsep ini telah banyak berkembang diperkotaan khususnya kota-kota besar diluar negeri, karena ketiga konsep ini merupakan konsep yang ramah lingkungan merupakan ciri dari new urbanism sebagai respon/solusi dari adanya urban sprawl.


Mix use (penggunaan lahan campuran) merupakan suatu konsep pencampuran pengembangan dalam suatu kawasan, misalnya seperangkat gedung atau lingkungan untuk satu tujuan. Sehingga dalam suatu lingkungan kita dapat menemukan kompleks bangunan dengan berbagai fungsi tertentu yang mempermudah akses pencapaiannya karena berada dalam lokasi yang sama. Biasanya diadaerah berkonsep mix use biaya properti lebih tinggi karena berada dalam suatu kompleks persaingan dan kemudahan akses untuk dijangkau. Suatu daerah yang menggunakan konsep mix use paling sering menjadi pusat kota kareana kompleksnya kegiatan dengan sarana danprasarana yang mendukung satu sama lainnya karena berasda disatu area pengembangan yang sama sehingga pengembangannya lebih kompak.

TOD  (Tansit oriented development) itu sendiri merupakan suatu konsep atau metode dalam pengembangan suatu wilayah dengan menyediakan sarana untuk singgah atau transit sebelum tiba ditempat tujuan sebenarnya. Transit Oriented Design atau PTK, itu adalah penciptaan kompak, masyarakat walkable yang berpusat di sekitar sistem transportasi berkualitas tinggi. Hal ini memungkinkan untuk hidup yang lebih berkualitas tanpa ketergantungan pada mobil untuk mobilitas dan kelangsungan hidup. Lingkungan berorientasi transit merupakan solusi utama terhadap masalah serius dan berkembang puncak minyak dan pemanasan global dengan menciptakan padat, masyarakat walkable terhubung ke jalur transportasi yang sangat mengurangi kebutuhan untuk mengemudi dan pembakaran bahan bakar.

 
Walkability adalah: " lingkungan binaan yang  ramah terhadap kehadiran orang yang hidup, belanja, bepergian, menikmati atau menghabiskan waktu di daerah itu. Walkability  merupakan konsep penting dalam desain perkotaan yang berkelanjutan dan  ukuran dari seberapa ramah suatu daerah adalah untuk menjadi daerah  berjalan. Walkability.  memiliki manfaat dalam bidang  kesehatan, lingkungan, dan manfaat ekonomi. Namun, evaluasi walkability adalah menantang karena memerlukan pertimbangan faktor subyektif banyak . Faktor-faktor yang mempengaruhi walkability termasuk. ada atau tidaknya dan kualitas jalan setapak, trotoar atau pejalan kaki kanan, kondisi lalu lintas dan jalan, pola pemanfaatan lahan,bangunan aksesibilitas, dan keamanan.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi walkability termasuk: penggunaan lahan campuran(mix use), konektivitas jalan; kepadatan hunian (rumah tinggal per area penggunaan perumahan); "transparansi" yang meliputi jumlah kaca di jendela dan pintu, serta orientasi dan kedekatan rumah dan bangunan untuk mengawasi jalan; banyak tempat untuk pergi ke dekat mayoritas rumah, bukan hanya mobil dan rasio area lantai retail, faktor infrastruktur utama meliputi akses ke angkutan massal, kehadiran dan kualitas jalan setapak, buffer untuk bergerak lalu lintas (strip perkebunan, on-street parking atau jalur sepeda) –“walkable” dan pejalan kaki penyeberangan, estetika, tujuan lokal di dekatnya, kualitas udara, naungan atau matahari di musim yang tepat, street furniture, volume lalu lintas dan kecepatan
·         Manfaat walkability     
Peningkatan walkability telah terbukti memiliki banyak individu lainnya dan manfaat kesehatan masyarakat, seperti peluang untuk interaksi sosial meningkat, peningkatan jumlah rata-rata teman dan rekan di mana orang tinggal, kejahatan berkurang (dengan lebih banyak orang berjalan dan mengawasi lingkungan, ruang terbuka
dan jalan-jalan utama), meningkatkan rasa bangga, dan peningkatan kesukarelaan. Salah satu manfaat penting sebagian besar walkability adalah penurunan dari jejak mobil di masyarakat. emisi karbon dapat dikurangi jika lebih banyak orang memilih untuk berjalan kaki daripada mengemudi. Walkability juga telah ditemukan memiliki banyak manfaat ekonomi, termasuk aksesibilitas, penghematan biaya baik untuk individu dan kepada masyarakat, meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, peningkatan livability, manfaat ekonomi dari kesehatan masyarakat membaik, dan pembangunan ekonomi, antara lain.  

Secara umum  manfaat dari konsep mix use, TOD dan walkablity adalah:
1.    Meningkatkan kualitas hiudup karena lignkungan dan gaya hidup yang sehat dengan berjalan kaki, namun harus ditunjang juga dengan infrastrukur yang baik sehingga dapat menciptakan kenyamanan
2.    Berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor sehinggga polusi udara berkurang dan kualitas udara menigkat
3.    Berkurangnya kecelakaan lalulintas karena lulau lintas sudah tidak begitu padat
4.    Hemat dengan pengeluaran biaya transportasi rendah/kurang
5.    Menciptakan suatu lingkungan dengan pengembangan yang lebih kompak sehingga akses ke tiap sarana yang ada dekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar