TERUNTUK YANG TAK MAMPU TERLAFALKAN
Kamu yang tak terbaca, Dengan gambaran samar-samar, tak teraba Nampak jelas, tapi aku ragu Lalu, harus dieja apa untuk mendeskripsikan rasa ini Jauh melambung, henyak terhempas, membentur bumi dengan kerasnya Sajak seindah itu, masih sama saja, dari kamu, tentang kamu Iyaa… kamu yang tercipta dari bayang indah ragamu. Dari tutur halus bahasamu. Dari elok peragaimu yang sejatinya tak mamapu kumiliki, hanya mampu kutatap dari jauh. Sekali lagi dalam bayang indah penuh kagumku yang tak ada batas, dari sudut hati terdalam, penuh dusta untuk menutup semua rasa dalam kata.